BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 12:03 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Kamis, 23 Jul 2026 16:15 WIB

Evakuasi Jenazah Pasangan Korban Pembunuhan OPM di Yahukimo oleh Koops TNI Habema

23 Jul 2026, 16:15 WIB 99x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
A
Almira Rara Susanti 99x dibaca · 2 menit baca
Evakuasi Jenazah Pasangan Korban Pembunuhan OPM di Yahukimo oleh Koops TNI Habema
regional.kompas.com

MIMIKA, KOMPAS.com - Pada hari Kamis, 23 Juli 2026, Koops TNI Habema berhasil melakukan evakuasi terhadap dua jenazah yang merupakan korban pembunuhan oleh kelompok bersenjata OPM di jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Kedua jenazah tersebut adalah pasangan suami istri yang dibunuh pada Senin, 20 Juli 2026, oleh OPM yang dipimpin oleh Kopitua Heluka.

Dalam sebuah video yang beredar, terlihat pasangan suami istri tersebut duduk di tengah jalan sambil diawasi oleh anggota kelompok bersenjata. Setelah menyampaikan pernyataan, seorang anggota OPM menembak pria terlebih dahulu. Panglima Koops TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, mengonfirmasi bahwa kedua jenazah tersebut telah dievakuasi ke RSUD Dekai di Yahukimo, sementara satu jenazah lainnya masih dalam proses pencarian. "Dua korban sudah ketemua. Baru saja di (evakuasi) RSUD Dekai Yahukimo," ungkapnya singkat saat dihubungi.

Pernyataan TPNPB OPM Mengenai Tindakan Mereka

Juru bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom, sebelumnya menyatakan pada Rabu, 22 Juli 2026, bahwa Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB OPM mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang menyebabkan tiga warga sipil meninggal dunia. "Mayor Kopitua Heluka lebih jelas melaporkan bahwa, tiga orang agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang dieksekusi mati oleh TPNPB Kodap XVI Yahukimo dan TPNPB Kodap III Ndugama Darakma dari Battalion Wosem pada 20 dan 21 Juli 2026 kami siap bertanggung jawab," ucapnya.

Klaim Tanggung Jawab dan Alasan di Balik Tindakan

Sebby juga menambahkan bahwa tindakan tersebut dilakukan karena mereka memiliki bukti yang kuat mengenai keterlibatan para korban dengan aparat militer Indonesia, yang menyebabkan sejumlah pasukan TPNPB gugur dalam operasi yang dilancarkan oleh Tentara dan Polisi Indonesia ke basis TPNPB. "Hal tersebut kami lakukan karena kami telah memiliki bukti-bukti yang kuat atas keterlibatan mereka bersama aparat militer Indonesia," klaimnya.

KOMPAS.com berkomitmen untuk menyajikan informasi yang jelas, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme yang transparan dan nikmati kenyamanan membaca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang.