BREAKING Senin, 22 Jun 2026 02:24 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Senin, 22 Jun 2026 01:15 WIB

Film Adaptasi Novel "Dan Bandung" Karya Pidi Baiq Hadir dengan Sentuhan Rudi Soedjarwo

22 Jun 2026, 01:15 WIB 3x dibaca 3 menit baca bandung.kompas.com bandung.kompas.com
S
Sabrina Aulia Rahma 3x dibaca · 3 menit baca
Film Adaptasi Novel "Dan Bandung" Karya Pidi Baiq Hadir dengan Sentuhan Rudi Soedjarwo
bandung.kompas.com

BANDUNG, KOMPAS.com — Karya sastra Pidi Baiq kembali diangkat ke layar lebar dengan adaptasi film terbaru berjudul "Dan Bandung". Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Verona Pictures dan sutradara Rudi Soedjarwo, yang menggabungkan nama-nama terkenal di dunia perfilman dengan bakat-bakat muda untuk memerankan tokoh utama. Elemen latar belakang Kota Bandung yang kuat menjadi fokus utama dalam proses adaptasi ini.

Kedekatan Emosional dengan Kota Bandung

Produser Verona Pictures, Beni Kunandi, mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan Bandung memberikan nilai emosional yang mendalam bagi proyek film ini. Sebagai alumni dari Institut Teknologi Bandung (ITB), ia merasa memiliki hubungan personal dengan kota yang menjadi setting cerita. Beni menjelaskan bahwa proses adaptasi dimulai ketika produser Titin Suryani menemukan novel "Dan Bandung" sekitar setahun yang lalu. Ketertarikan terhadap cerita tersebut mendorong tim Verona Pictures untuk berdiskusi langsung dengan Pidi Baiq guna memahami karakter dan dunia dalam novel.

“Kami melihat ini bukan sekadar cerita cinta biasa. Ada Bandung yang kuat di dalamnya, ada kisah anak muda, ada kehidupan kampus dan persahabatan yang dekat dengan banyak orang,” jelas Beni.

Kekuatan Cerita dalam Novel

Produser Titin Suryani menambahkan bahwa "Dan Bandung" memiliki kekuatan cerita yang unik. “Kami memang banyak membuat tayangan untuk remaja. Ketika membaca bukunya, kami melihat cerita ini bagus sekali dan kuat. Bandung menjadi bagian penting dari kisahnya. Setelah dibahas lebih dalam, ternyata kisah yang ada di dalamnya sangat kuat,” ungkap Titin.

Pidi Baiq, sebagai penulis novel, menyatakan bahwa ia tidak banyak terlibat dalam proses produksi film ini dan mempercayakan sepenuhnya kepada Rudi Soedjarwo. Ia merasa yakin bahwa kehadiran Rudi akan membuat film ini diterima dengan baik oleh penonton. “Ada satu hal yang saya senang, sutradaranya dia,” kata Pidi. Ia berharap adaptasi ini dapat memberikan pengalaman baru bagi penonton. “Saya berharap nanti filmnya bagus dan memang pasti bagus. Saya nggak mantau, tapi saya yakin bisa,” tambahnya.

Pemilihan Aktor Muda oleh Rudi Soedjarwo

Sutradara Rudi Soedjarwo menekankan pentingnya memilih aktor-aktor baru untuk memerankan karakter utama dalam film ini. Menurutnya, wajah-wajah baru diperlukan agar penonton dapat melihat tokoh-tokoh tersebut tanpa terbebani citra dari aktor sebelumnya. “Saya agak gengsi kalau pemain saya dipakai di banyak tempat,” ujarnya sambil bercanda. Rudi juga berharap proyek ini dapat menjadi wadah lahirnya aktor-aktor baru. “Saya punya panggilan untuk melahirkan yang baru. Jadi bukan hanya filmnya yang lahir, manusianya juga lahir,” jelasnya.

Meski memberikan kesempatan kepada pemain muda, Rudi tetap menekankan pentingnya menjaga kualitas produksi. “Saya juga nggak mau filmnya jelek karena saya harus menjaga reputasi. Makanya persiapannya sangat intens. Kalau pemainnya nggak klik, saya nggak mau jalan,” tegasnya.