BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 11:53 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Kamis, 30 Jul 2026 19:51 WIB

Kapal Pengangkut Logistik Tenggelam di Bangkalan, Delapan ABK Selamat

30 Jul 2026, 19:51 WIB 63x dibaca 2 menit baca surabaya.kompas.com surabaya.kompas.com
K
Komang Yoga 63x dibaca · 2 menit baca
Kapal Pengangkut Logistik Tenggelam di Bangkalan, Delapan ABK Selamat
surabaya.kompas.com

BANGKALAN, KOMPAS.com - Sebanyak delapan Anak Buah Kapal (ABK) dari Kapal Motor (KM) Griya Idola yang berlayar dari Surabaya menuju Balikpapan ditemukan mengapung di perairan Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Kapal tersebut mengalami kebocoran yang mengakibatkan tenggelam.

Menurut Kasat Polair Polres Bangkalan, AKP Muarib, insiden ini terjadi setelah KM Griya Idola berangkat dari Pelabuhan Kalimas, Surabaya, pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kapal tersebut membawa berbagai jenis barang logistik dan material dengan total berat diperkirakan mencapai 100 ton.

Rincian Muatan dan Kejadian

“Barang yang diangkut beragam, termasuk galon, semen, dan barang lainnya,” jelasnya pada Kamis (30/7/2026). Namun, saat kapal tiba di perairan Karang Jamuang sekitar pukul 19.30 WIB, gelombang setinggi 2 meter menghantam kapal tersebut, menyebabkan kebocoran yang membuat kapal perlahan tenggelam.

“Sebelum kapal tenggelam sepenuhnya, para ABK sempat bertahan di rakit, tetapi tidak dapat bertahan lama,” tambahnya. Sekitar pukul 21.30 WIB, kapal tersebut akhirnya tenggelam sepenuhnya, dan seluruh ABK terpaksa bertahan di atas laut hingga pukul 03.30 WIB.

Penyelamatan ABK

Pada saat itu, nelayan di Tanjung Bumi melihat keberadaan para ABK dan segera memberikan pertolongan dengan membawa mereka ke darat. Identitas delapan ABK yang terlibat dalam insiden ini adalah Kusran (52) dari Sukoharjo, Basir (50) dari Pasuruan, Fransisco Hardianis (68) dari Sikka, Mulyadi (50) dari Bangkalan, Yakub (43) dari Sleman, Wahab (63) dari Jombang, Basri (50) dari Kepulauan Selayar, dan Nurdin (52) dari Surabaya.

“Seluruh ABK akan dijemput oleh petugas dari daerah asal mereka untuk kembali ke rumah masing-masing,” tutupnya.