PASURUAN - Seorang sopir truk trailer yang mengangkut gulungan kertas dan terlibat dalam kecelakaan di Jalan Raya Surabaya-Malang, Gempol, Pasuruan, telah dinyatakan meninggal dunia. Sebelumnya, sopir tersebut berhasil dievakuasi oleh Basarnas Surabaya setelah terjepit selama tiga jam, dan saat proses evakuasi, ia masih dalam keadaan hidup.
"Saat dievakuasi sopir trailer masih hidup, namun saat di rumah sakit dinyatakan meninggal dunia," ungkap Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Jauhar, pada Senin (27/2/2026). Dengan bertambahnya jumlah korban jiwa, kini total ada empat orang yang meninggal akibat insiden ini. Selain itu, terdapat enam orang lainnya yang mengalami luka-luka.
Proses Identifikasi Korban
Jauhar menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan terkait identitas lengkap para korban, baik yang meninggal maupun yang terluka. "Untuk identitas lengkapnya masih kami lakukan pendataan," ujarnya.
Evakuasi dan Dampak Lalu Lintas
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa aparat dari Satlantas Polres Pasuruan masih melakukan evakuasi dan pengaturan lalu lintas untuk mempercepat proses identifikasi. Kecelakaan ini menyebabkan arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang, baik dari arah Surabaya menuju Malang maupun sebaliknya. "Untuk mengurai kemacetan, petugas kami juga berjaga di sejumlah titik. Kendaraan kami arahkan masuk tol Gempol atau Tol Pandaan," jelas Jauhar.
Kecelakaan tragis ini terjadi di jalur Surabaya-Malang, tepatnya di jalan raya Gempol, Dusun Mojorejo, di mana truk trailer diduga mengalami rem blong dan menabrak tiga truk serta sepeda motor yang berada di depannya. Truk tersebut berhenti setelah menabrak tujuh teras rumah. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut.