BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 11:56 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Senin, 13 Jul 2026 06:22 WIB

Kereta Api Terpanjang di Indonesia: Menyambung Jarak Hingga 1.030 Kilometer

13 Jul 2026, 06:22 WIB 88x dibaca 3 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
H
Hana Salsabila Zaid 88x dibaca · 3 menit baca
Kereta Api Terpanjang di Indonesia: Menyambung Jarak Hingga 1.030 Kilometer
regional.kompas.com

SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengelola berbagai layanan kereta api jarak jauh dengan rute yang terpanjang di Indonesia. Lima perjalanan kereta tersebut menempuh jarak antara 825 kilometer hingga lebih dari 1.000 kilometer, menghubungkan sejumlah kota besar di Pulau Jawa hingga ke kawasan timur di Banyuwangi.

“Setiap kereta api memiliki karakter perjalanan, kota pemberhentian, dan daerah tujuan yang berbeda," jelas Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan resmi yang diterima. "Masyarakat dapat memilih layanan sesuai kebutuhan, baik untuk berlibur, mengunjungi keluarga, bekerja, menempuh pendidikan, maupun menjalankan kegiatan usaha,” tambahnya. Berikut adalah daftar kereta api dengan rute terpanjang di Indonesia.

1. KA Blambangan Ekspres (1.030 Kilometer)

Kereta api Blambangan Ekspres menempati posisi pertama dengan relasi Pasarsenen-Ketapang pulang-pergi (PP) yang memiliki jarak sekitar 1.030 kilometer. Sepanjang tahun 2025, kereta ini mengangkut 533.988 penumpang, dan pada Semester I 2026, jumlah penumpangnya mencapai 247.142 orang. Kereta ini menghubungkan Jakarta dengan Ketapang, Banyuwangi, melalui beberapa kota seperti Cirebon, Semarang, Cepu, Bojonegoro, Surabaya, Probolinggo, dan Jember. Setelah tiba di Banyuwangi, penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, atau Pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke Bali.

2. KA Sangkuriang (1.002 Kilometer)

Di urutan kedua, terdapat KA Sangkuriang dengan relasi Bandung-Ketapang PP yang menempuh jarak sekitar 1.002 kilometer. Sejak mulai beroperasi pada Mei hingga Juni 2026, kereta ini telah melayani 133.119 penumpang. Dalam perjalanannya, KA Sangkuriang melewati Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, Probolinggo, Jember, hingga Banyuwangi. Rute ini memberikan pilihan perjalanan langsung dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur tanpa perlu berganti kereta.

3. KA Pandalungan (919 Kilometer)

KA Pandalungan menempati posisi ketiga dengan relasi Gambir-Jember PP, menempuh jarak sekitar 919 kilometer. Pada tahun 2025, kereta ini melayani 409.200 penumpang, sedangkan pada Semester I 2026 mencapai 211.325 penumpang. Perjalanan KA Pandalungan melintasi Cirebon, Semarang, Bojonegoro, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, hingga Jember. Rute ini mendukung mobilitas menuju pusat pendidikan, pemerintahan, perdagangan, dan pariwisata di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur. Dari Jember, penumpang juga dapat melanjutkan perjalanan ke Lumajang, Bondowoso, serta berbagai destinasi alam dan budaya di sekitarnya.

4. KA Gajayana (904 Kilometer)

KA Gajayana, dengan relasi Gambir-Malang PP, berada di posisi keempat dengan jarak sekitar 904 kilometer. Selama tahun 2025, kereta ini mengangkut 308.106 penumpang, dan pada Semester I 2026 sebanyak 162.379 penumpang. Jalur yang dilalui mencakup Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, Kediri, Tulungagung, Blitar, hingga Kepanjen sebelum tiba di Malang. Penumpang dapat mengunjungi berbagai destinasi wisata sejarah, kuliner, pegunungan, serta wisata keluarga di Yogyakarta, Solo, Blitar, dan Malang dengan menaiki KA Gajayana.

5. KA Gaya Baru Malam Selatan (825 Kilometer)

Posisi kelima diisi oleh KA Gaya Baru Malam Selatan dengan relasi Pasarsenen-Surabaya Gubeng PP yang menempuh jarak sekitar 825 kilometer. Kereta ini melayani 389.736 penumpang sepanjang tahun 2025 dan 198.582 penumpang pada Semester I 2026. Perjalanan KA Gaya Baru Malam Selatan melewati Cirebon, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, hingga Mojokerto sebelum tiba di Surabaya. Dengan banyaknya kota pemberhentian, layanan ini menjadi pilihan bagi masyarakat untuk bepergian antardaerah di lintas selatan Jawa, baik menuju pusat ekonomi, kawasan pendidikan, lokasi wisata, maupun tempat tinggal keluarga.