BREBES - Kusmiah, seorang juru parkir perempuan berusia 61 tahun yang tinggal di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tidak dapat menahan air matanya setelah menerima berita bahwa ia akan diberangkatkan umrah. Penghargaan tersebut diberikan oleh H Kliwon Alwawan, pemilik uang senilai Rp 3,6 miliar yang berhasil diselamatkan Kusmiah dari upaya pencurian yang dilakukan dengan modus pecah kaca mobil. Kusmiah mengaku masih merasa tidak percaya dengan rencana keberangkatannya ke Tanah Suci.
Sebelumnya, pada tanggal 15 Juni 2026, Kusmiah menjadi sorotan publik setelah berhasil menggagalkan percobaan pencurian uang miliaran rupiah di Jalan Ahmad Yani, Brebes. Dalam insiden tersebut, ia hanya menerima imbalan sebesar Rp 100.000 sebagai ungkapan terima kasih, yang kemudian menjadi perbincangan karena dianggap tidak sebanding dengan risiko yang dihadapinya. Uang tersebut bahkan dibagikan kepada tiga rekannya yang berada di lokasi saat kejadian.
Kedatangan yang Mengubah Segalanya
Beberapa hari setelah peristiwa tersebut, Kliwon beserta istrinya datang ke rumah Kusmiah di Kecamatan Jatibarang, Brebes, pada tanggal 18 Juni 2026. Kunjungan tersebut bertujuan untuk bersilaturahmi dan menyampaikan niat mereka untuk memberangkatkan Kusmiah umrah. Kusmiah menceritakan bahwa ia tidak menyangka kedatangan mereka akan membawa kabar yang begitu berarti.
"Awalnya ya saya ngga ngomong apa-apa sama Pak Haji Kliwon-nya, di bilangnya bu saya kesini dari Kluwut maut silaturahmi tapi sebagai tanda terimakasih, saya mau ngajak umrah mau ngga," ungkap Kusmiah saat ditemui media pada 19 Juni 2026. Mendengar tawaran tersebut, ia pun tak kuasa menahan tangis haru, mengingat ia tidak memiliki biaya untuk berangkat umrah sendiri.
Proses Persiapan Menuju Tanah Suci
Setelah pertemuan tersebut, Kusmiah mulai menjalani proses pengurusan paspor. Ia juga mulai menyiapkan koper untuk perlengkapan selama berada di Tanah Suci. Kusmiah menyatakan bahwa ada seseorang yang datang ke rumahnya untuk meminta dokumen kependudukan sebagai syarat pembuatan paspor. "Pagi tadi ada orang ke sini, minta KTP sama KK untuk bikin paspor, katanya mau berangkat tanggal 7 Agustus mendatang," jelasnya.
Kliwon, di sisi lain, mengungkapkan bahwa ia masih teringat jelas akan peristiwa pencurian yang hampir merugikannya. Ia merasa sangat terbantu oleh keberanian Kusmiah. "Bukan karena uangnya. Saya dan keluarga merasa ditolong dengan sangat ikhlas. Bu Kusmiah tidak mengenal kami, tapi beliau berani mengambil risiko demi membantu orang lain," ujarnya.
Kliwon juga menegaskan bahwa ajakan umrah ini bukan karena viralnya berita imbalan Rp 100.000 yang ia berikan sebelumnya. "Saya datang ke rumah Bu Kusmiah bukan karena setelah viral, tapi saya dan istri ikhlas untuk mengajak Bu Kusmiah umrah, setelah beliau mengungkapkan ingin melihat Ka'bah," pungkasnya.
Kisah keberanian Kusmiah dalam membantu orang lain, meski dalam situasi berisiko, telah menarik perhatian publik dan kini ia bersiap untuk mewujudkan impiannya berangkat umrah.