BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 11:53 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Sabtu, 18 Jul 2026 00:46 WIB

Kisah Inspiratif Kembar Siam Subang yang Antusias Memulai Sekolah

18 Jul 2026, 00:46 WIB 95x dibaca 2 menit baca bandung.kompas.com bandung.kompas.com
D
Doni Setiawan 95x dibaca · 2 menit baca
Kisah Inspiratif Kembar Siam Subang yang Antusias Memulai Sekolah
bandung.kompas.com

SUBANG - Muhammad Nur Hidayah dan Muhammad Nur Syafaat, bocah kembar Siam yang lahir pada tahun 2018, menunjukkan semangat luar biasa dalam mengenyam pendidikan meskipun memiliki keterbatasan fisik. Pada hari Rabu, 15 Juli 2026, mereka memulai pendidikan di SLB Negeri Trituna dengan wajah ceria, membuktikan bahwa impian untuk belajar tidak terhalang oleh kondisi tubuh mereka.

Hari pertama mereka di sekolah menjadi momen yang menarik perhatian banyak orang. Keduanya menggunakan satu kursi roda bersama, karena tubuh mereka menyatu di bagian pinggul. Keceriaan mereka terlihat jelas saat berinteraksi dengan teman-teman sekelas yang juga memiliki keterbatasan fisik. Nur Hidayah menyatakan kebahagiaannya bisa bersekolah dan memiliki banyak teman. "Biasanya di rumah tidak ke mana-mana, sekarang di sekolah asyik punya banyak teman, bapak ibu gurunya juga baik dan perhatian," ucapnya.

Kebanggaan Seorang Ibu

Wini Pertiwi, ibu dari kedua bocah kembar tersebut, mengungkapkan bahwa saat ini anak-anaknya dalam kondisi sehat dan selalu ceria. "Alhamdulillah walaupun memiliki keterbatasan fisik dengan tubuh menempel dan hanya memiliki dua kaki tapi kedua buah hati saya ini sehari-harinya sangat ceria seperti bocah pada umumnya," jelas Wini.

Dia merasa bangga melihat Syafaat dan Hidayah yang sangat antusias untuk bersekolah. "Hari ini pertama masuk sekolah, mereka berdua terlihat ceria, berbaur dengan teman sekelas walaupun hanya duduk di kursi roda," tambahnya. Wini juga menceritakan pengalaman saat mengandung, di mana tidak ada indikasi bahwa anaknya akan lahir sebagai kembar siam. "Tak ada tanda-tanda kembar siam, di USG normal terlihat berkelamin perempuan, detak jantung juga ada 1. Namun rencananya di usia 9 bulan mau di USG lagi tapi di usia masih 8 bulan sudah lahir prematur dan persalinan juga normal," ungkapnya.

Perjuangan dan Harapan

Setelah lahir, kedua anaknya dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk menjalani operasi agar kondisinya lebih baik. "Saat lahir kondisi anak saya memiliki 3 kaki, satu kaki tidak normal, kondisi jantung bocor dan sudah sembuh sekarang, saat lahir juga memiliki 1 ginjal namun kemudian tumbuh ginjal baru jadi masing-masing punya satu ginjal," jelas Wini.

Wini berharap agar kedua anaknya dapat hidup normal seperti anak-anak seusianya. Dia juga menyampaikan bahwa ada kemungkinan operasi pemisahan tubuh akan dilakukan ketika mereka sudah dewasa. Saat ini, bantuan untuk Nur Hidayah dan Nur Syafaat terus mengalir dari berbagai yayasan, termasuk dari Yayasan Amal Baik Insani Bandung yang memberikan modal usaha untuk orang tua mereka serta dukungan dari dokter Maxi yang rutin membantu kebutuhan bocah kembar siam ini.