MEDAN - Dengan semakin banyaknya penggemar kopi di Medan, Direktur Dyandra Promosindo, Michael Bayu Sumarijanto, memanfaatkan kesempatan ini untuk menyelenggarakan Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 di kota tersebut. Setelah sukses menggelar acara serupa di Surabaya, Dyandra Promosindo berencana untuk mengulang kesuksesan itu di Kota Melayu Deli. Menurut Bayu, Sumatera Utara memiliki banyak biji kopi berkualitas tinggi, seperti Mandheling, Lintong, Sidikalang, dan Samosir.
“Indonesia ini sebagai salah satu negara produsen kopi, kita membutuhkan wadah untuk mempersatukan seluruh ekosistem. Indonesia sendiri sudah di level dunia di sisi barista, brewers, dan bahkan biji-biji kopi kita,” ungkap Bayu.
Lebih dari Sekadar Pameran
ICX bukan hanya sekadar pameran kopi, tetapi juga menyelenggarakan berbagai perlombaan yang melibatkan barista dan petani kopi. Bayu menjelaskan bahwa partisipasi artisan dalam acara ini sangat penting, mencakup semua aspek dari petani hingga penyeduh kopi. “Artisan itu bukan tukang seduhnya atau barista-nya saja, atau brewers-nya saja, atau roaster-nya saja, tetapi dimulai dari petani-petaninya itu sendiri,” tambahnya.
Bayu menekankan pentingnya proses pembibitan dan perawatan pohon kopi dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi. “Dunia kopi, menurut Bayu, harus dilihat dari proses pembibitan dan perawatan pohon kopi. Hal ini juga turut berperan penting dalam menghasilkan produk-produk yang jauh lebih premium daripada biji kopi bersifat massal,” jelasnya.
Target dan Harapan Pameran
Event ICX 2026 akan berlangsung selama tiga hari di Tiara Convention Center, Medan, dengan melibatkan 30 barista dan 11 petani kopi yang akan memamerkan hasil panen mereka. Mega Khoiriani, Project Manager Dyandra Promosindo, mengungkapkan target transaksi pameran ini sekitar Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar, dengan harapan jumlah pengunjung mencapai 7.500 orang.
“Pengunjung juga bisa langsung nyobain kopi. Kita di belakang ada program juga, selain barista tuh ada cupping cup. Jadi bisa nyobain beberapa jenis kopi yang diseduh langsung,” tambah Mega.
Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah Kementerian UMKM Republik Indonesia, Harun Adama Sume, menilai potensi besar industri kopi di Sumatera Utara. Ia menyatakan bahwa budaya menyeruput kopi di daerah ini sangat kental, menjadikannya bagian dari siklus hidup masyarakat.
“Kita melihat itu, sehingga memang komoditas kopi ini terus kita dorong para UMKM-nya untuk terus tumbuh dan berkembang, mulai dari hulu sampai ke hilir. Dan dengan berkembangnya, tentu akan menggerakkan multiplier effect ekonomi di Sumatra Utara,” ujar Harun.
Dia juga menambahkan bahwa Kementerian UMKM memberikan dukungan melalui pembinaan dan pendampingan kepada para pengusaha kopi, termasuk penyediaan KUR untuk pembiayaan pelaku UMKM.
Harun berharap bahwa ICX tidak hanya menjadi pameran kopi, tetapi juga sebagai platform kreativitas dan jejaring bagi pelaku industri kopi Indonesia, sehingga dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu kiblat kopi dunia. “Bicara kopi, Sumut adalah pusat kopi terbaik di Indonesia. Tentu kita punya harapan yang sama besarnya, yaitu kopi Indonesia semakin dikenal dan semakin banyak perusahaan kopi yang berkembang menembus pasar global,” tutupnya.