BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 09:58 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Selasa, 11 Agt 2026 21:26 WIB

Pembangunan MIN 5 Pidie Jaya Dimulai, Menag Letakkan Batu Pertama Pasca Banjir

11 Agt 2026, 21:26 WIB 58x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
R
Rizky Ananta 58x dibaca · 2 menit baca
Menteri Agama Nasaruddin Umar meletakkan batu pertama pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kabupaten Pidie Jaya di Desa Seunong yang sebelumnya hilang akibat dilumat banjir bandang akhir November 2025 lalu. (Zuhri Noviandi/kompas.com )
Menteri Agama Nasaruddin Umar meletakkan batu pertama pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kabupaten Pidie Jaya di Desa Seunong yang sebelumnya hilang akibat dilumat banjir bandang akhir November 2025 lalu. (Zuhri Noviandi/kompas.com )

PIDIE JAYA - Menteri Agama Nasaruddin Umar telah meletakkan batu pertama untuk pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 di Kabupaten Pidie Jaya, tepatnya di Desa Seunong. Sekolah ini hancur akibat banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025. Pembangunan gedung baru ini dilakukan di atas tanah yang disumbangkan oleh masyarakat setempat dan berlokasi sekitar 350 meter dari lokasi sekolah yang lama. Berbeda dengan sebelumnya, lokasi baru ini tidak dekat dengan sungai, melainkan berada di dekat kaki gunung dan area persawahan milik warga.

Peletakan Batu Pertama dan Bantuan Pembangunan

Setibanya di lokasi pada pukul 17.17 WIB, Selasa (11/8/2026), Nasaruddin Umar didampingi oleh Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, dan rombongan. Ia terlebih dahulu menerima sertifikat hibah tanah dari tokoh masyarakat Desa Seunong. Selanjutnya, Menag memberikan bantuan untuk pembangunan dan revitalisasi madrasah sebesar Rp 12.364.805,00, sebelum melanjutkan dengan peletakan batu pertama dan penanaman pohon. Nasaruddin menargetkan bahwa pembangunan MIN 5 Pidie Jaya dapat selesai dalam waktu kurang dari satu tahun, dengan harapan agar siswa segera memiliki tempat belajar yang lebih layak.

Fasilitas Pendidikan yang Lebih Baik

Nasaruddin Umar memastikan bahwa anggaran untuk pembangunan sekolah telah tersedia, dan ia berharap proses pembangunan dapat dilakukan dengan cepat agar anak-anak dapat segera menempati sekolah yang lebih memadai. Ia menjelaskan bahwa selama ini siswa terpaksa belajar di masjid karena sekolah mereka tidak dapat digunakan. "Selama ini kan menggunakan masjid, ya, dan sangat terbatas," ujarnya.

Pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya tidak hanya sekadar mengganti bangunan yang hilang, tetapi juga dirancang dengan fasilitas yang lebih lengkap. Sekolah baru ini akan memiliki dua lantai untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat setempat, serta dilengkapi dengan masjid, perumahan guru, laboratorium, perpustakaan, halaman sekolah, dan kantin. "Semua keperluan sekolah insyaallah akan hadir di tempat ini, dan insyaallah mudah-mudahan sekolahnya akan jauh lebih baik daripada yang telah meninggalkan kita," tambahnya.

Walaupun proses pembangunan sempat menghadapi kendala terkait pengadaan tanah, Nasaruddin mengungkapkan bahwa masalah tersebut dapat diselesaikan berkat partisipasi masyarakat. Ia berharap pembangunan MIN 5 Pidie Jaya dapat segera selesai, sehingga siswa tidak lagi belajar di tempat yang terbatas dan dapat kembali memperoleh fasilitas pendidikan yang layak. Proyek ini merupakan bagian dari perhatian khusus Kementerian Agama terhadap dampak bencana yang melanda berbagai wilayah di Sumatera, khususnya Aceh.