BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 11:53 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Rabu, 22 Jul 2026 22:11 WIB

Pemkot Surabaya Tingkatkan Pengawasan TPA Benowo Setelah Kebakaran

22 Jul 2026, 22:11 WIB 89x dibaca 2 menit baca surabaya.kompas.com surabaya.kompas.com
G
Galih Lingga Pradipta 89x dibaca · 2 menit baca
Pemkot Surabaya Tingkatkan Pengawasan TPA Benowo Setelah Kebakaran
surabaya.kompas.com

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Surabaya berencana untuk meningkatkan pengawasan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo setelah insiden kebakaran yang terjadi pada Minggu, 19 Juli 2026. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, M. Fikser, menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan PT Sumber Organik (SO), yang bertanggung jawab dalam pengelolaan TPA tersebut.

“Karena itu aset vital di Pemerintah Kota, kami juga ikut langsung, kami adakan rapat koordinasi manajemennya PT SO untuk melakukan evaluasi,” ungkap Fikser saat dihubungi pada Rabu, 22 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa mereka secara rutin mengadakan rapat evaluasi dengan PT SO untuk membahas berbagai aspek terkait TPA Benowo. Namun, selama ini tidak pernah ada masalah kebakaran pada tumpukan sampah di lokasi tersebut.

Peningkatan Pengamanan di Sekitar TPA

Fikser menambahkan bahwa evaluasi dilakukan setiap tiga bulan untuk menilai keamanan dan volume sampah, serta berdiskusi dengan pihak Sumber Organik. “Selama ini proses itu berjalan dan tidak ada masalah,” jelasnya. Menyusul kejadian kebakaran, kedua pihak sepakat untuk memperketat pengamanan di sekitar TPA, terutama saat ada acara di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). “Personel kita akan lebih memperbanyak untuk pengamanan di aset,” katanya.

Pemerintah Kota Surabaya juga akan menyiagakan kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar) sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan tindakan iseng yang dapat menyebabkan kebakaran di tumpukan sampah. Fikser menegaskan bahwa aktivitas di sekitar TPA Benowo telah kembali normal dan kegiatan pembuangan sampah berjalan seperti biasa.

Detail Kebakaran dan Penanganannya

Sebelumnya, petugas Damkar menghabiskan hampir lima jam untuk memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di TPA Benowo. Kepala Bidang Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, M. Rokhim, menyatakan bahwa kebakaran terjadi pada malam hari, tepatnya pada 19 Juli 2026. “Terima beritanya pukul 18.49 WIB, api pokok padam 21.05 WIB, pembasahan selesai dan dinyatakan kondusif 23.58 WIB,” ungkap Rokhim pada Senin, 20 Juli 2026.

Rokhim menjelaskan bahwa total ada delapan unit kendaraan pemadam yang dikerahkan, termasuk dua unit dari Pos Pakal, satu unit dari Pos TOW, dua unit dari Rayon 5 Margomulyo, dan satu unit dari Rayon 2 Tambak Rejo. “Selain itu, satu unit dari Pos Lakarsantri dan satu unit dari Rayon 3 Rungkut juga dikerahkan. Kami juga mendapat bantuan 15 unit tangki air dari DLH dan tujuh alat berat ekskavator,” tambahnya. Ia menyebutkan bahwa luas keseluruhan TPA Benowo mencapai 10 hektar, dan area yang terbakar kurang lebih 900 meter di Blok B sisi selatan, dengan tidak ada korban dalam insiden tersebut.

Baca juga: Bukan Flare, Penyebab Kebakaran TPA Benowo Surabaya Masih Diselidiki.