BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 11:53 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Sabtu, 25 Jul 2026 13:24 WIB

Program Home Care Jember Dapat Menjadi Contoh Nasional, DPR Mendorong Pelaporan ke Prabowo

25 Jul 2026, 13:24 WIB 62x dibaca 3 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
B
Bagas Prakoso 62x dibaca · 3 menit baca
Program Home Care Jember Dapat Menjadi Contoh Nasional, DPR Mendorong Pelaporan ke Prabowo
regional.kompas.com

JEMBER, KOMPAS.com - Kawendra Lukistian, anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, meminta agar program Home Care yang baru diluncurkan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Program ini diluncurkan pada Jumat (24/7/2026) dan dinilai memiliki potensi untuk menjadi model bagi daerah lain di Indonesia.

"Izin Abang Wamen (Wamenkes Benjamin Benjamin Paulus Octavianus), mohon program ini disampaikan ke Pak Presiden (Prabowo) bahwa di Jember sudah memberikan contoh kepada masyarakat Indonesia. Kita bisa mewujudkan program dokter untuk rumah tangga, untuk keluarga yang tidak mampu melalui program Home Care ini," ungkap Kawendra dalam sambutannya saat peluncuran program tersebut.

Keselarasan dengan Program Kesehatan Pemerintah

Program Home Care di Jember dianggap sejalan dengan berbagai inisiatif kesehatan yang telah dilaksanakan oleh pemerintahan Presiden Prabowo. Selama ini, pemerintah telah menyediakan sejumlah program, seperti pemeriksaan kesehatan gratis dan penyediaan makanan bergizi. Dengan demikian, Home Care menjadi bentuk dukungan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan.

"Home Care ini pertama mungkin di Indonesia yang dilakukan. Kita harus bangga menjadi warga Jember karena menjadi percontohan di Indonesia," tambah Kawendra.

Ia juga mengaku terinspirasi oleh gagasan Bupati Jember, Muhammad Fawait, tentang menghadirkan dokter untuk warga miskin. Menurutnya, selama ini layanan dokter pribadi identik dengan kalangan yang memiliki kemampuan ekonomi lebih. "Saya merinding ketika mendengar kalimat, kalau orang kaya punya dokter pribadi, apa salahnya warga yang tidak punya juga punya dokter pribadi. Semangat itu linear dengan semangat Presiden Prabowo," tuturnya.

Peluncuran dan Fokus Layanan

Program Home Care resmi diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember di Puskesmas Kecamatan Sumberbaru pada Jumat lalu. Program ini menghadirkan tenaga kesehatan yang akan mendatangi rumah warga, sehingga pasien yang kesulitan untuk pergi ke puskesmas atau rumah sakit tetap dapat menerima pelayanan kesehatan.

Pada tahap awal, layanan Home Care diprioritaskan untuk lima kelompok masyarakat, yaitu lansia dengan penyakit kronis, ibu hamil berisiko tinggi, penyandang disabilitas dengan penyakit berkepanjangan, anak-anak yang mengalami stunting, serta masyarakat tidak mampu yang menderita penyakit kronis. Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan akan terlibat dalam pelaksanaan program ini, melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, pemantauan kondisi pasien, tindakan keperawatan, edukasi kepada keluarga, serta menghubungkan pasien dengan dokter melalui layanan telemedicine jika diperlukan.

Untuk mendukung operasional program ini, Pemerintah Kabupaten Jember menyediakan 50 armada Home Care. Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyatakan bahwa pemerintah daerah awalnya hanya mampu membeli 10 kendaraan baru. Namun, jumlah tersebut dianggap tidak mencukupi, sehingga mobil dinas dari organisasi perangkat daerah (OPD) dialihkan untuk digunakan sebagai armada Home Care. "Kami hanya mampu membeli 10 mobil baru. Ternyata masih kurang 40, akhirnya kami tarik mobil dinas OPD agar total menjadi 50 mobil Home Care," jelas Fawait.

Menurut Fawait, program Home Care lahir setelah pemerintah mengevaluasi bahwa masih banyak warga miskin yang tidak berobat meskipun biaya pelayanan kesehatan telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. "Setelah kami evaluasi, ternyata masyarakat tidak mampu tetap ada yang tidak berangkat ke rumah sakit maupun puskesmas. Alasannya karena berangkat butuh biaya, sementara keluarga yang ditinggalkan juga harus mencari nafkah," katanya.

Program ini juga mendapatkan dukungan dari Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, yang meminta Pemerintah Kabupaten Jember untuk mempresentasikan Home Care kepada Kementerian Kesehatan agar dapat dikembangkan sebagai model pelayanan kesehatan nasional. "Saya minta Pak Bupati segera presentasi di Kementerian Kesehatan. Kalau program ini terukur, kita buat role model tahun 2027, lalu kita laporkan kepada Presiden sehingga 2028 bisa menjadi program nasional," tutup Benjamin.