BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 10:10 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Jumat, 03 Jul 2026 14:37 WIB

Remaja Purwakarta Tewas Dibacok Usai Transaksi Pembelian Celurit

03 Jul 2026, 14:37 WIB 100x dibaca 2 menit baca bandung.kompas.com bandung.kompas.com
A
Almira Rara Susanti 100x dibaca · 2 menit baca
Remaja Purwakarta Tewas Dibacok Usai Transaksi Pembelian Celurit
bandung.kompas.com

PURWAKARTA – AF (16), seorang remaja yang merupakan warga Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, ditemukan tewas setelah dibacok oleh sekelompok orang di Jalan Raya Campaka, Kabupaten Purwakarta, pada Jumat pagi, 3 Juli 2026. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa korban diserang setelah melakukan transaksi cash on delivery (COD) untuk membeli senjata tajam jenis celurit di Kabupaten Subang.

Korban mengalami luka parah akibat bacokan dan sempat dilarikan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta, namun nyawanya tidak tertolong dan ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, menjelaskan bahwa sebelum insiden tersebut, korban bersama tiga temannya baru saja melakukan pembelian celurit di Subang. Saat mereka dalam perjalanan pulang dan melintasi Jalan Raya Campaka, rombongan tersebut diduga dihadang oleh enam orang yang mengendarai beberapa sepeda motor.

Konflik Berujung Pembacokan

“Kemudian terjadi cekcok hingga berujung pembacokan,” ungkap I Made. Polisi menduga bahwa celurit yang digunakan untuk menyerang korban adalah senjata yang baru saja dibelinya melalui transaksi COD tersebut.

Penyelidikan dan Pengejaran Pelaku

I Made juga menyampaikan bahwa pihak penyidik telah mengantongi identitas para pelaku dan saat ini sedang melakukan pengejaran. “Identitas para pelaku sudah kami kantongi dan saat ini masih dalam pengejaran. Motif kejadian juga masih kami dalami,” ujarnya. Selain memburu pelaku, penyidik juga sedang mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi lengkap dari peristiwa tersebut.

Di sisi lain, suasana duka menyelimuti kamar jenazah di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Keluarga korban terlihat sangat berduka setelah mendapati bahwa AF telah meninggal dunia akibat pembacokan tersebut. Apris, salah satu anggota keluarga korban, menyatakan bahwa mereka belum mengetahui siapa pelaku serta motif penyerangan terhadap keponakannya. “Kami berharap polisi segera menangkap para pelaku dan mengungkap kasus ini,” tambahnya.

Saat ini, Satreskrim Polres Purwakarta masih menangani kasus ini secara serius.