SAMPANG, KOMPAS.com - Tujuh kecamatan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, telah dikategorikan sebagai daerah rawan bencana akibat cuaca ekstrem. Penilaian ini berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Muhammad Hozin, menyatakan bahwa pemetaan daerah rawan merupakan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana.
"Jenis bencana yang sering terjadi pada perubahan musim seperti sekarang ini, yakni dari musim hujan ke kemarau biasanya berupa hujan deras yang disertai angin kencang," ungkapnya pada Sabtu (2/5/2026).
Daftar Kecamatan Rawan Bencana
Berdasarkan hasil pemetaan, dari total 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, terdapat tujuh kecamatan yang termasuk dalam kategori rawan, yaitu:
- Kecamatan Tambelangan
- Kecamatan Robatal
- Kecamatan Kedungdung
- Kecamatan Karangpenang
- Kecamatan Sokobanah
- Kecamatan Ketapang
- Kecamatan Jrengik
"Kecamatan-kecamatan ini umumnya rawan terhadap bencana angin kencang atau puting beliung, terutama saat pancaroba, serta rawan terhadap bencana tanah longsor karena kondisi geografis wilayah yang berada di kawasan pesisir hingga pegunungan," jelasnya.
Pancaroba dan Kewaspadaan Masyarakat
Menurut Muhammad Hozin, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pancaroba di beberapa daerah Indonesia, termasuk Kabupaten Sampang, diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan Mei 2026. "Khusus di tujuh kecamatan yang masuk kategori rawan ini, kami juga telah menyampaikan sosialisasi langsung kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan," tambahnya.
Ia juga mengimbau kepada warga untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda cuaca ekstrem, seperti perubahan angin secara tiba-tiba atau langit yang mendadak gelap. "Kami harap masyarakat lebih siaga, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Jika terjadi angin kencang, segera cari tempat aman untuk menghindari risiko yang lebih besar," pungkasnya.