BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 10:10 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Minggu, 02 Agt 2026 08:17 WIB

Upaya Modifikasi Cuaca di Sungai Citarum untuk Menjaga Ketersediaan Air Waduk

02 Agt 2026, 08:17 WIB 54x dibaca 2 menit baca bandung.kompas.com bandung.kompas.com
F
Fadil Ramadhan Akbar 54x dibaca · 2 menit baca
Upaya Modifikasi Cuaca di Sungai Citarum untuk Menjaga Ketersediaan Air Waduk
bandung.kompas.com

PURWAKARTA - Perum Jasa Tirta II (PJT II) telah memulai pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2026 di kawasan Sungai Citarum, Jawa Barat. Inisiatif ini diambil sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas tampungan air di tiga waduk utama selama musim kemarau yang sedang berlangsung.

Tujuan dari program ini adalah untuk memastikan ketersediaan air baku, mendukung ketahanan pangan, serta menjaga pasokan energi nasional, terutama dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Operasi Modifikasi Cuaca ini difokuskan pada peningkatan volume air di Waduk Saguling, Waduk Cirata, dan Waduk Jatiluhur, yang memiliki peran vital dalam pengelolaan air dan energi di tingkat provinsi hingga nasional.

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca

Direktur Utama PJT II, Imam Santoso, menjelaskan bahwa program ini merupakan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mengatasi dampak dari musim kemarau yang berkepanjangan. "Perum Jasa Tirta II melaksanakan program Operasi Modifikasi Cuaca untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang sedang terjadi guna mendukung ketahanan pangan nasional, sebagaimana mandat Presiden Republik Indonesia," ungkap Imam di Kantor PJT II, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (1/8/2026).

Program ini ditargetkan untuk menjaga keseimbangan pasokan air untuk kebutuhan domestik, pertanian, dan energi. Pelaksanaan OMC direncanakan berlangsung selama 50 hari secara bertahap, dengan proses utama berupa penyemaian awan yang dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Metode Penyemaian Awan

Teknik pelaksanaan mencakup penyemaian awan di wilayah yang berpotensi menghasilkan hujan, dengan penentuan waktu yang didasarkan pada analisis pertumbuhan awan oleh BMKG. Fokus utama adalah pada daerah tangkapan air di sekitar Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur. Dengan pendekatan ini, diharapkan curah hujan dapat meningkat secara optimal di area yang menjadi sumber air bagi ketiga waduk tersebut.

Imam menambahkan bahwa peningkatan tampungan air adalah target utama agar pola operasi waduk tetap stabil selama musim kemarau. "Dengan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca ini diharapkan ketersediaan air di Wilayah Sungai Citarum dapat meningkat melalui penambahan volume tampungan pada tiga Waduk Kaskade Citarum. Hal ini penting untuk menjaga pola operasi waduk selama musim kemarau sehingga ketersediaan air tetap terjaga guna mendukung ketahanan air, pangan, dan energi dalam skala nasional," jelasnya.

Program ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Kekeringan yang diadakan pada 29 Juli 2026.