BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 11:54 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Selasa, 21 Jul 2026 10:03 WIB

Kecelakaan Kereta di Semarang: Paman dan Keponakan Meninggal, Kakak Masih Dalam Perawatan

21 Jul 2026, 10:03 WIB 66x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
H
Hana Salsabila Zaid 66x dibaca · 2 menit baca
Kecelakaan Kereta di Semarang: Paman dan Keponakan Meninggal, Kakak Masih Dalam Perawatan
regional.kompas.com

SEMARANG - Keluarga korban kecelakaan di perlintasan sebidang Kokrosono, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (20/7/2026) tengah berduka. Dalam insiden yang melibatkan sepeda motor dan Kereta Api (KA) Petikemas tersebut, jumlah korban yang meninggal dunia bertambah menjadi dua orang setelah Rujito (45), pengendara motor, meninggal saat dirawat di rumah sakit. Sebelumnya, seorang bocah berusia 9 tahun bernama Hafizh Rehan juga dinyatakan meninggal dunia saat mendapatkan perawatan di RSUP Kariadi Semarang.

Rujito, yang mengalami luka parah, sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang, namun dinyatakan meninggal beberapa jam kemudian. Ketua RT 08 RW 04 Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Tri Priyanto, menyampaikan bahwa Rujito menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 12.30 WIB. "Sejak setelah kecelakaan kondisinya kritis dan belum sempat sadar," ungkap Tri Priyanto, yang akrab disapa Jupri.

Peran Rujito dalam Keluarga

Rujito diketahui merupakan paman dari dua anak yang menjadi korban kecelakaan tersebut. Ia sering mengantar kedua keponakannya ke sekolah. "Memang sering setiap pagi mengantar. Kadang orang tuanya yang mengantar, tapi hari ini kebetulan orang tuanya ada kegiatan sehingga diminta mengantar oleh pakdenya," tambah Jupri.

Dua anak yang dibonceng Rujito adalah kakak beradik, Ibrahim (12) dan Hafizh Rehan (9), yang bersekolah di SDIT Al Kolam Simongan. Hafizh Rehan, siswa kelas III, meninggal dunia akibat cedera kepala yang dideritanya. Sementara itu, kakaknya, Ibrahim, yang duduk di bangku kelas VI, masih dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Jupri menyatakan bahwa kondisi Ibrahim menunjukkan perkembangan positif, di mana ia sudah sadar dan dapat diajak berkomunikasi, meskipun masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kronologi Kecelakaan

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung, menjelaskan bahwa saat kecelakaan terjadi, kereta melaju dari arah Jakarta menuju Surabaya, tepatnya di perlintasan sebidang Kokrosono. Sebelum insiden, sepeda motor yang dikendarai Rujito berada di tengah jalan. Tiba-tiba, Rujito nekat melaju saat kereta hendak lewat meski sudah diingatkan oleh petugas palang pintu. "Wis dibengoki karo (sudah diteriaki) petugas palang pintune dengan disemprit. Disemprit kuwi ra krungu (tidak dengar) tetep jalan. Terus ketembar (ketabrak) kereta," jelasnya.

Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden serupa yang terjadi di perlintasan kereta api, yang sering kali mengakibatkan korban jiwa. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api.